Dr.
Magomedov Ph.D, Assistant Department of The Man General Hygiene and
Ecology, Daghestan State Medical Academy mengatakan bahwa wudhu bukan hanya dapat menyembuhkan penyakit, tapi juga mencegahnya. Dia juga mendapati wudhu
bisa merangsang irama tubuh alami, khususnya pada wilayah titik
biologis. Ketika kita berwudhu, maka 61 dari 66 titik refleksi
tersentuh. Wudhu jadi seperti hidroterapi (terapi dengan menggunakan
air). Menurut Magomedov, didalam tubuh manusia terdapat 700 BASes
(Biological Active Spots), yang didefinisikan sebagai titik-titik
spesial diatas kulit yang berhubungan dengan organ dalam. Sebagaimana
yang kita tahu, tugas kelenjar kulit adalah mengambil darah kotor
kemudian membuangnya melalui pembuluh-pembuluh halus yang terdapat di
permukaan kulit. Tentu saja kerja kelenjar permukaan kulit ini sangat
membantu kerja ginjal. Karena ginjal bertugas membuang zat-zat yang
tidak dibutuhkan oleh tubuh atau zat-zat beracun melalui air seni.
Dengan dibuangnya darah kotor dari dalam tubuh, maka kulit menjadi lebih
bersih, bercahaya dan segar. Apalagi kita sekurang-kurangnya 5 kali
berwudhu dalam sehari semalam. Dengan keadaan seperti itu, pastilah
orang yang banyak berwudhu akan senantiasa sehat jasmani dan rohani.
Prof Leopold
Werner von Ehrenfels, seorang psikiater sekaligus neurolog
berkebangsaan Austria. Ia menemukan sesuatu yang menakjubkan dalam wudhu
karena mampu merangsang pusat syaraf
dalam tubuh manusia. Karena keselarasan air dengan wudhu dan titik-titik
syaraf, kondisi tubuh senantiasa akan sehat. Bahawa pusat-pusat saraf
yang paling peka dari tubuh manusia ternyata berada di sebelah dahi,
tangan, dan kaki. Pusat-pusat saraf tersebut sangat sensitif terhadap
air segar. Dari sini ia menemui hikmah di sebalik wudhu yang membasuh
pusat-pusat saraf tersebut. Malah ia mencadangkan agar wudhu
bukan hanya milik dan kebiasaan umat Islam, tetapi untuk umat manusia
secara keseluruhan. Dari sinilah ia akhirnya memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.
Berbagai
penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa munculnya penyakit kulit
disebabkan oleh rendahnya kebersihan kulit. Karena itu, orang yang
memiliki aktivitas padat (terutama di luar ruangan) disarankan untuk
sesering mungkin membasuh atau mencuci anggota badannya yang terbuka,
seperti kepala, muka, telinga, hidung, tangan, dan kaki.
Mencegah penyakit dengan wudhu bisa kita
cermati dan pelajari sejarah hidup Rasulullah SAW, seperti yang
diungkapkan Muhammad Husein Haykal dalam bukunya Hayatu Muhammad, sepanjang hidupnya Rasulullah SAW tak pernah menderita penyakit, kecuali saat sakaratul maut hingga wafatnya. Hal ini menunjukkan bahwa wudhu dengan cara yang benar niscaya dapat mencegah berbagai macam penyakit.Menurut sejumlah penelitian, berwudhu itu dapat menghilangkan berbagai macam penyakit. Misalnya, penyakit kanker, flu, pilek, asam urat, rematik, sakit kepala, telinga, pegal, linu, mata, sakit gigi, dan sebagainya.
Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers a Sport for the Body and Soul menjelaskan, wudhu bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Kemudian, apabila dibersihkan dengan air (terutama saat wudhu), bahan kimia itu akan larut. Selain itu, jelasnya, wudhu juga menyebabkan seseorang menjadi tampak lebih muda.
Dalam penelitian yang dilakukan Muhammad Salim tentang manfaat wudhu untuk kesehatan, terungkap bahwa berwudhu dengan cara yang baik dan benar akan mencegah seseorang dari segala penyakit. Dalam penelitiannya itu, Muhammad Salim juga menganalisis masalah kesehatan hidung dari orang-orang yang tidak berwudhu dan yang berwudhu secara teratur selama lima kali dalam sehari untuk mendirikan shalat. Salim mengambil zat dalam hidung pada selaput lendir dan mengamati beberapa jenis kumannya. Pekerjaan ini ia lakukan selama berbulan-bulan. Berdasarkan analisisnya, lubang hidung orang-orang yang tidak berwudhu memudar dan berminyak, terdapat kotoran dan debu pada bagian dalam hidung, serta permukaannya tampak lengket dan berwarna gelap. Adapun orang-orang yang teratur dalam berwudhu, ungkap Salim, permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak berdebu. “Sesungguhnya, cara berwudhu yang baik adalah dimulai dengan membasuh tangan, berkumur-kumur, lalu mengambil air dan menghirupnya ke dalam hidung kemudian mengeluarkannya. Langkah ini hendaknya dilakukan sebanyak tiga kali secara bergantian,” kata Salim.
Organ tubuh
yang menjadi anggota wudlu disebutkan dalam QS al-Maidah [5]:6, adalah
wajah, tangan sampai siku, dan kaki sampai mata kaki. Dalam hadis
riwayat Muslim juga dijelaskan bahwa, air
wudlu mampu mengalirkan dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh mata,
penciuman, pendengaran, tangan, dan kakinya, sehingga yang bersangkutan
bersih dari dosa.
Kalangan ulama melarang mengeringkan air wudlu dengan kain karena dalam redaksi hadis itu dikatakan bahwa proses pembersihan itu sampai tetesan terakhir dari air wudlu itu (ma’a akhir qathr al-ma’).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar